Wednesday, November 20, 2019

Santri Tasikmalaya Juara Kontes Robot Nasional

Dua santri yang menimba pengetahuan di MAN 2 Tasikmalaya, Jawa Barat, berprestasi dalam arena kontes Robotic Madrasah Tingkat Nasional yang diadakan di Surabaya, Jawa Timur, pada 16-17 November 2019.

Ialah Syahrul Abidin serta Nizar Ainul Meyakini mendapatkan juara pada persaingan yang diadakan Direktorat Kurikulum Fasilitas Kelembagaan serta Kesiswaan (KSKK) Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.



Dua santri yang belajar di Pondok Pesantren Riyadul Ulum serta Pondok Pesantren Cipasung di Kecamatan Singaparna ini menyapu rangking pertama untuk kelompok robot pendeteksi situasi keadaan. Mereka menaklukkan beberapa ratus peserta yang lain dari sekolah madrasah se-Indonesia.

Baca Juga : Administrasi Perkantoran

"Alhamdulillah kami berdua sukses jadi pemenangnya. Jika yang kontes ada 30 peserta, tetapi yang tidak berhasil cocok seleksi awal beberapa ratus banyaknya," kata Syahrul di MAN 2 Tasikmalaya, Rabu (20/11/2019).

Tidak gampang mendapatkan prestasi membesarkan hati ini, karena ekstrakurikuler robotik di MAN 2 Tasikmalaya baru berdiri tiga tahun. Tidak hanya belajar otodidak, keduanya mendapatkan tuntunan dari gurunya.

Mereka ikuti dengan telaten ekskul robotik yang diarahkan oleh pelatih dari Kampus Negeri Siliwangi. Syahrul serta Nizar mengharumkan Tasikmalaya karena memenangi persaingan itu.

"Baru turut pertama-tama di arena robotik tingkat nasional. Alhamdulillah dapat menjuarainya. Insyaallah kita selalu bereksperimen dengan karya-karya robot yang lain," kata Nizar.

Baca Juga : Pengertian Administrasi Perkantoran

Ke-2 remaja ini mengangkat topik robot pendeteksi suhu lingkungan. Robot itu dapat menjumpai suhu, panas, suara ultrasonik, pergerakan sampai titik api. Robot itu bermanfaat untuk gantikan manusia masuk daerah yang beresiko seperti tempat riskan kebakaran.

Data dari robot masuk server di computer jadi referensi untuk bertindak mencegah bahaya lingkungan. "Jadi robot kami ini pendeteksi suhu panas, suara, pergerakan benda asing sampai sensor sinar, dan api serta ultrasonik. Manfaatnya menjumpai suhu serta kondisi lingkungan bila berlangsung hal yang dapat membahayakan manusia," papar Nizar.

Capai manis memenangkan persaingan ini, menurut Nizar, karena ketekunan belajar mengenai pemograman serta mengkolaborasikan prototipe pada robot dengan sensor-sensor pendeteksi situasi keadaan.

"Di robotnya, tidak hanya ada otak mesin, sensor sinar LDR, sensor flame pendeteksi UV atau api suhu panas. Terhitung sensor magnetik serta ultrasonik supaya robot ini peka pada suhu, sinar, titik api di seputar situasi keadaan. Langkah operasinya gunakan batere serta WiFi," tutur Nizar.

Baca Juga : Administrasi Perkantoran Adalah

Proses pengerjaan robot ini mendapatkan suport penuh pembimbing dan faksi sekolah MAN 2 Tasikmalaya. Faksi sekolah memberi modal untuk membuat robot, sesaat guru pembimbing dengan tekun serta sabar mengarahkan anak didiknya untuk menyempurnakan robot ini.

"Masalah banyak. Tetapi beberapa anak ini hebat, ia punyai kemauan keras dengan kekuatannya sampai pada akhirnya berprestasi membesarkan hati," sebut Ariz Ikbal Arrizal, guru pembimbing.

Faksi sekolah menghargai dua peserta didiknya yang berprestasi pada arena kontes Robotic Madrasah Tingkat Nasional. "Akan ada penghargaan, sebab ini prestasi membesarkan hati untuk kami MAN 2 Tasikmalaya," papar Uus Wardiana.

No comments:

Post a Comment