Thursday, September 12, 2019

Rp1,4 Triliun Tak Cukup untuk Danai 24.000 Proposal Penelitian di RI

Kementerian Analisa, Tehnologi, serta Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengaku dana analisa yang diberi pemerintah pada kampus benar-benar minim.

Direktur Analisa serta Dedikasi Pada Warga Ocky Karena Radjasa menjelaskan andil analisa dengan nasional cuma 0,25% per PDB serta itu terendah di Asean. Korea Selatan 4, 3%, Jepang 2,5 %, Amerika 2 %. Selanjutnya negara Jiran itu 1% (Malaysia).

Menurut dia, mustahil budget yang cuma Rp1,4 triliun untuk setahun dipakai untuk mendanai analisa untuk 297.000 dosen yang ada di 3.250 perguruan tinggi.



Contohnya saja di tahun ini, faksinya terima proposal riset ada 24.000 proposal. Serta peluang yang dapat didanai cuma 6.000 proposal untuk permodalan tahun 2020.

Untuk itu faksinya mengadakan Workshop bekerja bersama dengan Ristekdikti, LPDP, DIPI (dana ilmu dan pengetahuan Indonesia) bertopik Penambahan Kualitas Proposal Riset dalam Mengajukan Dana Riset Internasional.

Baca Juga : Pengertian Wireless

"Itu tunjukkan dana analisa benar-benar hanya terbatas. Serta kita butuh bekerja bersama dengan mitra di luar negeri, tidak hanya sebab (mereka) punyai perlengkapan yang tambah lebih komplet serta bagus dibanding kita. Serta tidak kalah penting punyai networking atau link dengan jurnal jurnal yang bereputasi,"jelas Ocky pada Okezone selesai Workshop di Solo, Senin (9/9/2019).

Menurut Ocky faksinya mencatat kerja sama internasional tahun 2018 itu seputar Rp 540 Miliar dana itu sudah dibawa masuk oleh mitra luar negeri.

Selanjutnya dari sisi publikasi itu berlangsung penambahan kualitas dari jurnal yang semula level Q4 jadi level Q2 atau Q1. Itu ialah efek dari dari kerja sama itu.

"Tidak kalah juga penting akses rata-rata rekan-rekan dapat lakukan riset dengan hasil yang baik sebab punyai akses dengan patner luar negeri yang alatnya lebih komplet," paparnya.

Dengan memperoleh langsung detil serta panduan yang akan diberi oleh mereka yang telah memperoleh dana faksinya mengharap benar supaya kualitas poropsal akan bertambah hingga kelak peluang yang didanai akan makin tinggi.

Selain itu Sekretaris LPPM UNS, Samsul Hadi memberikan tambahan UNS sendiri, walau dana hanya terbatas masih menggerakkan beberapa periset (UNS) untuk berani membuat kerjasama internasional. Dengan adanya banyak skema-skema pertolongan dari DRPM kelak.

Baca Juga : Wireless Adalah

Kami telah mulia mencatat (maping) beberapa hasil riset kelak akan kita coba tujukan peneliti-peneliti itu untuk ambil skema-skema yang berada di prioritas analisa nasional.

"Kelak kita tujukan permodalan kesana," tuturnya.

Faksinya mengharap beberapa periset dari UNS pro aktif, nanti mereka yang telah oke yang ada di sejumlah fakultas yang indeks kapasitasnya bagus kita tujukan untuk ke kerja sama juga dengan luar negeri. Masuk riset-riset yang sesuai topik.

"Serta untuk yang belum itu kelak akan kita tujukan untuk riset internal kita sendiri. Sebab UNS ada juga dana untuk riset internal," ujarnya.

No comments:

Post a Comment