Wednesday, September 18, 2019

Cek Kesehatan Lapas di DKI, Dirjen PAS: 5,9 Napi Terjangkit Hepatitis

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kemenkum HAM sudah lakukan kontrol kesehatan pada 17 ribu tahanan di 7 lapas DKI Jakarta. Hasilnya, 5,9 % terpidana terjangkit hepatitis C.

Kontrol kesehatan pada 17.400 terpidana ini dikerjakan Dirjen PAS bersama dengan UPT DKI Jakarta dari 28 Juni sampai 28 Agustus 2019. Penelusuran kesehatan diadakan di 7 lapas serta rutan yang berada di Jakarta.



"Revalensi hepatitis C nya lumayan tinggi , dengan nasional 1,01 %. Nah di kita, 5,9 % (terjangkit), ya tinggi ini," kata Dirjen PAS, Sri Puguh Budi Utami, dalam sambutannya pada acara diseminasi hepatitis C di Graha Saharjo, Ditjen PAS, Jalan Veteran, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (19/9/2019).

Baca Juga : Strategi Pemasaran

Atas penemuan itu, Sri memandang pekerjaan penyuluhan serta diseminasi ini hari penting dikerjakan. Menurut dia bila hepatitis C tidak didapati, karena itu keadaan ini dapat beresiko buat waga binaan serta petugas di rutan atau lapas.

"Jika sampai tidak didapati lebih beresiko untuk kita semua, tidak cuma untuk narapidana serta tahanan, tetapi bukan tidak mungkin saja menyebar ke petugasnya. Kami terhitung barisan rawan untuk terkena penyakit apa pun yang terkena oleh sekarang belajar di lapas serta rutan," sebut Sri.

Sri mengutamakan keadaan lapas yang sekarang over kemampuan dapat juga jadi unsur tingginya penyebaran hepatitis C di rutan serta lapas. Karenanya, penting menurut dia menahan penyebaran dibanding menyembuhkan.

Baca Juga : Pengertian Strategi Pemasaran

"Penting ini dikatakan, menahan lebih baik dibanding menyembuhkan serta pekerjaan ini penting dam strategis sebab keadaan sedang seperti tidak umumnya kemampuan 128.000 ditempati oleh 264.000 lebih. Berarti, singgungan-singgungan yang kemungkinan besar berlangsung, dapat tertular," katanya.

Selain itu, Direktur Mencegah serta Pengaturan Penyakit Menyebar Langsung Kementerian Kesehatan RI, Wiendra Waworuntu, menyebutkan narapidana serta masyarakat binaan jadi populasi yang rawan terjangkit. Karenanya memerlukan kontrol hepatitis C awal di semua rutan serta lapas.

Baca Juga: Strategi Pemasaran Adalah

"Banyak hal yang butuh dilihat, masyarakat binaan pemasyarakatan serta tahanan ialah barisan non populasi kunci yang rawan pada kehadiran hepatitis c, hingga harus selekasnya didapati status hepatitis C," ucap Wiendra.

"Bersamaan dengan kepadatan tempat tinggal lapas yang lampaui kemampuan walau sebenarnya akses service program hepatitis C kelanjutan belum mencukupi, karenanya risiko penyebaran serta prevelansi hepatitis C pada WBP (masyarakat binaan pemasyarakatan) sama juga dengan populasi kunci," sambungnya.

No comments:

Post a Comment