Friday, August 16, 2019

Mantan Napiter dan Simpatisan ISIS Ikut Upacara HUT RI

Beberapa bekas terpidana teroris (Napiter), bekas kombatan dan keluarga sampai bekas donatur serta partisipan Jamah Islamiyah (JI) dan ISIS ikuti Upacara HUT ke-74 RI di halaman Masjid Baitul Muttaqien, di Desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro, Lamongan. Tidak hanya upacara, bekas beberapa bekas teroris ini membacakan ikrar sumpah setia pada NKRI.

"Upacara Kemerdekaan yang kami kerjakan ini yang ke-3 kalinya. Berlainan dengan beberapa tahun awalnya, tahun 2019 ini kita menyertakan istri serta beberapa anak , yang pada beberapa tahun lalu tidak pernah kita lihat ikuti upacara," kata ketua Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP) Ustaz Ali Fauzi pada wartawan selesai upacara bendera, Sabtu (17/8/2019).

 Baca Juga : Pengertian Drama

Ali Fauzi menjelaskan, upacara bendera dalam rencana peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI ini dibarengi oleh paling tidak 225 orang napiter dan keluarga, istri, serta anak. Upacara yang digagas oleh Yayasan Lingkar Perdamaian dengan Polres Lamongan ini satu diantara maksudnya ialah usaha untuk memutuskan mata rantai terorisme.



"Jika pada beberapa tahun lalu tidak pernah kita lihat satu upacara dibarengi oleh perempuan-perempuan bercadar. Ini hari mereka ada dan ketertarikan ikuti upacara," jelas bekas kombatan Afganistan ini.

Disebutkan oleh Ali Fauzi, jika awalnya Desa Tenggulun tetap sama dengan terorisme serta bom, tetapi akhir-akhir ini telah dirubah oleh YLP jadi satu diantara desa deradikalisasi. Bahkan juga, kata Ali Fauzi, Desa Tenggulun dapat disebutkan jadi acuan untuk penerapan program deradikalisasi yang bersinergi dengan pemerintah.

"Saya mengharap ada Lingkar Perdamaian lain di kota lain di Indonesia untuk saling kita mereduksi ekstrimisme, terorisme yang sekarang belum demikian turun tekanannya," harapnya.

Inspektur Upacara bersama dengan bekas napiter ini, Kapolres lamongan AKBP Febby DP Hutagalung akui bangga dengan kehadiran Yayasan Lingkar Perdamaian di Desa Tenggulun ini. Bersama dengan beberapa bekas napiter, kata Febby, mereka ingin menggelorakan semangat nasionalisme, patriotisme serta cinta tanah air.

Artikel Terkait : Drama Adalah

"YLP sudah menampung beberapa bekas napiter yang awalnya bertentangan dengan kebijaksanaan pemerintah, terhitung memusuhi kepolisian. Tetapi sekarang mereka cinta tanah air, mereka siap hormat bendera serta melakukan upacara hari kemerdekaan dengan hikmat," kata Febby selesai upacara.

Febby menyebutkan apa yang dikerjakan oleh anggota YLP yang sudah mengadakan upacara bendera serta ikrar setia pada NKRI ini ialah hal yang mengagumkan. Hingga, katanya, faksinya tetap melakukan pekerjaan upacara bendera ini dengan teratur. Febby mengharap apa yang dikerjakan beberapa bekas Napiter anggota YLP ini bisa memberi efek positif pada kondisi berbangsa serta bernegara secara detail, tidak cuma di Lamongan.

"Serta tentu saja dapat mereduksi warga yang mungkin benar-benar anti-pati dengan pemerintah. Semoga Tenggulun ini dapat jadi contoh di dunia," papar Febby.

Ikrar yang dibacakan bekas napiter bom bali 1, Hamim Thohari, dibarengi beberapa bekas napiter. Mereka dengan bersama dengan menirukan apa yang dibacakan oleh Hamim yang berisi ajakan untuk menyatu membuat negeri, menghormati ketidaksamaan serta siap untuk jaga NKRI.

Sesaat, dalam penerapan upacara bendera kesempatan ini, 3 Pengibar bendera merah putih ialah Saiful Abid bekas napiter masalah penembakan polisi di poso, Hendra anak Terpidana mati Amrozi serta Mustain anak bekas napiter Nor minda. Sedang perwira upacara ialah Ustaz Asadullah alias Ustaz Sumarno bekas Napiter bom Bali 1. Bertindak sebagai komandan upacara ialah Yoyok Edi yang ialah bekas partisipan JI.

No comments:

Post a Comment