Wednesday, January 8, 2020

Totalindo Eka Gelontorkan Rp3 Triliun

PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS) menandatangi kesepakatan kerja sama dengan PD Pembangunan Fasilitas Jaya untuk pembangunan lokasi terintegrasi. Lokasi ini, terdiri atas tower apartemen, perkantoran, serta ruang komersial.



Direktur Penting Totalindo Donald Sihombing menjelaskan jika project TOD ini menelan ongkos sampai Rp3 triliun. Gagasannya, project ini akan dibuat di atas tempat selauas 1,8 ha dengan ide Transit Oriented Development (TOD), karena ada di samping terminal Lebak Bulus, Jakarta.

Baca Juga : Puisi Baru

"Project ini kira-kira nilainya Rp3 triliun yang akan kita kerja sama. Untuk menangani kemacetan di Jakarta, saat ini trennya TOD jadi ada perkantoran, terminal, serta komersial jadi non stop, ini salah satunya untuk menangani kemacetan," katanya di Gedung Bursa Dampak Indonesia, Jakarta, Rabu (22/11/2017).

Donald menerangkan, bagian kerja sama itu ialah 49% Totalindo, dan 51% PD. Pembangunan Fasilitas Jaya. Kerja sama ini adalah pertama kali perseroan dengan Tubuh Usaha Punya Wilayah (BUMD).

Selain itu, Direktur Penting PD Pembangunan Fasilitas Jaya Yoory Pinontoan menerangkan jika project TOD ini direncanakan akan memerlukan waktu sepanjang tiga tahun. Pemasaran setiap unitnya akan diawali dikerjakan bertepatan dengan konstruksi pembangunan."Gagasan kami akhir 2018 mulai bangun tetapi Donald (Dirut Totalindo) optimistis dapat dipercepat kemungkinan dipertengahan tahun dapat diawali pembangunananya," katanya.

Sekarang keseluruhan tempat yang sudah siap untuk ditangani seluas 1,5 ha yang disebut punya PD Pembangunan Fasilitas Jaya sbegaai BUMD. Gagasannya pada sebuah bulan depan akan ditambah optimal jadi 1,8 hektar. "Ini adalah program pemerintah propinsi DKI serta kami BUMD punya Pemerintah Propinsi DKI harus untuk ikut menyukseskan program ini," tukas ia.

Baca Juga : Pengertian Puisi Baru

Di kuartal tiga 2018, PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS) mencatat laba berjalan sebesar Rp85,5 miliar atau turun 54,35% dibandingkan periode yang sama tahun 2017 yang tertera sebesar Rp187,3 miliar.

Info itu dikatakan perseroan dalam tayangan persnya seperti diambil Harian Neraca, Jakarta, Senin (5/11/2018).

Penurunan berlangsung pada penghasilan emiten konstruksi ini Dimana perseroan mencatatkan penghasilan sebesar Rp1,15 triliun atau turun 37,5% dibanding akhir September 2017 yang tertera sebesar Rp1,84 triliun. Sedang beban inti penjualan alami penurunan 37,37% dari Rp1,477 triliun jadi Rp925 miliar.

Sedang keharusan perseroan tertera sebesar Rp2,436 triliun atau turun tipis dibandingkan akhir tahun 2017 yang tertera sebesar Rp2,438 triliun. Sesaat ekuitas tertera sebesar Rp1,425 triliun atau alami kenaikan 6,42% dibandingkan akhir tahun 2017 yang tertera Rp1,339 triliun.

Adapunaset perseroan tertera sebesar Rp3,861 triliun atau naik 2,19% dibandingkan akhir tahun 2017 yang tertera sebesar Rp3,778 triliun.

Baca Juga : Puisi Baru Adalah

Jadi info, tahun ini perseroan membidik penghasilan sebesar Rp4 triliun serta laba bersih Rp280 miliar. Sasaran penghasilan itu tumbuh 75,4% dari perolehan tahun 2017 sebesar Rp 2,28 triliun.

Sedang sasaran laba bersih bertambah 35,5% dari tahun kemarin sebesar Rp 206,5 miliar. Tahun ini, perseroan telah menganggarkan berbelanja modal (capital expenditure/capex) sejumlah Rp 130 miliar untuk keperluan pembangunan project TOD Lebak Bulus serta project Kelapa Village.

No comments:

Post a Comment