Saturday, December 21, 2019

40 Kali Mencuri Barang Paketan

Ditreskrimum Polda Wilayah Spesial Yogyakarta (DIY), tangkap lima orang porter di Lapangan terbang Adisutjipto Yogyakarta sesudah 40 kali mengambil barang paketan di kargo pesawat.

Tindakan S, ODA, ABS, ASP, serta S didapati semenjak Juli sampai Oktober lalu, kawanan ini membidik paketan barang berisi handphone, mereka masyarakat Sleman, Bantul, Kota Yogya serta Klaten.



Direskrimum Polda DIY, AKBP Burkan Rudy Satria menerangkan, pengungkapan masalah ini bermula dari laporan satu perusahaan layanan ekspedisi yang seringkali kehilangan barang paketan. Penyidikan yang dikerjakan polisi membawa hasil dengan tangkap beberapa aktor di tempat berlainan.

Baca Juga : Pengertian Grafik

Modus aktor, dengan menyobek karung paket saat ada di lambung pesawat. Dari satu karung, cuma satu HP yang diambil supaya beda berat tidak menonjol. Kemudian, aktor menjahit kembali karung itu.

Lalu barang curian itu dimasukkan ke rompi serta disimpan dalam loker porter, setelah itu waktu jam istirahat barang curian dibawa keluar serta disimpan dalam jok motor. Sepulangnya kerja, HPdi-jual pada harga normal se-cara online di facebook atau Kontan On Delivery (COD).

”Sasaran mereka ialah barang kiriman paket. Sejumlah besar barang yang dicuri ialah HP sebab tidak memengaruhi beda berat barang keseluruhannya. Diluar itu,menurut aktor, barang itu gampang di jual,” kata AKBP Burkan di Mapolda DIY, seperti dikutip dari KRJogja.com.

Diutarakan Burkan, dalam tiap laganya, mereka share peranan. Ada yang bekerja menyobek serta menjahit karung, mengamati kondisi serta ada yang jual barang curian. Beberapa aktor adalah pekerja outsourcing serta ada yang telah kerja semenjak 10 tahun kemarin, hingga tahu sangkut-paut barang di lapangan terbang.

Dalam masalah itu, tanda bukti yang diambil alih, diantaranya 22 bukti pengiriman, 1 lembar perhitungan barang hilang, 25 buah karung plastik dengan logo JNE jadi fasilitas pengepakan barang kiriman kargo manifes serta 4 buah HP.

Baca Juga : Grafik Adalah

Selain itu, Koordinator Sekuriti PT JNE Yogyakarta, Bijak Wiyanta menjelaskan, kecuri-gaan bermula waktu jumlahnya barang yang diterima tidak sesuai manives. Keraguan makin bertambah sesudah diketemukan sisa jahitan selama 15 Cm serta waktu dilihat nyatanya barang paket ada yang hilang. Perusahaannya, telah mengkonfirmasi hal tersebut dengan faksi lapangan terbang, tetapi sebab tidak ada kepastian pada akhirnya melapor ke Polda DIY.

”Sejak Juli sampai November, kerugian yang dijamin perusahaan direncanakan sampai Rp200 juta,” papar Bijak di Mapolda DIY.

No comments:

Post a Comment